Latest Entries »

Video Jo Kata

Tutorial Jo Kata (13) -> Download di sini

Tutorial Jo Kata (22)-> Download di sini

Tutorial Jo Kata (31)-> Download disini

PERLENGKAPAN KENDO (KENDO-GU)

kendo_old_armor

shinai
SHINAI :swords used in Kendo is made ​​of four parts of bamboo held together with a bond called SAKIGAWA, NAKAYUI and STUKA, reinforced by a rope called HIMO. Shinai maximum length 118 cm with a weight of 468 gr.

(in Indonesian)

pedang yang dipakai dalam Kendo terbuat dari empat belahan bambu yang disatukan dengan satu ikatan yang disebut SAKIGAWA, NAKAYUI dan STUKA, yang diperkuat oleh tali yang disebut HIMO. Panjang Shinai maksimal 118 cm dengan berat 468 gr.

keikogi
KEIKO-GI : Kendo Clothes made ​​of cotton, black, dark blue or white. Keiko-Gi should be loose and free for easy moving, especially on the shoulder.

(in Indonesian)

Baju Kendo terbuat dari katun berwarna hitam, biru tua atau putih. Keiko-Gi harus longgar dan bebas agar memudahkan bergerak, terutama pada bagian bahu.

hakama
HAKAMA : Hakama is made of fabric with cotton, serves as pants. Hakama is a traditional Japanese clothes in which there are some folds that have a religious meaning for the Japanese.

Two creases on the back according to Japanese myth means the merger of Japan in ancient times, namely diselamatkannya God of War (TAKE-NO-WE-MIKAZUCHI) by the god of the sun (FUTSU-NUSHI-NO-WE). KOSHI-ITA between the two folds described the Sun God Amaterasu-Omikami. It really is a depiction of a concept WA (harmony and concord.)

Five-fold in the sides of the front of the hakama describes five principles, where one part is a unifier. Section – This section shall have the meanings: JIN (affection), GI (virtue / righteousness), REI (modesty), CHI (kearipan / wise), and SHIN (sincerity / earnestness.)

(in Indonesian)

Hakama ini terbuat dari kain dengan bahan katun, berfungsi sebagai celana. Hakama merupakan pakain tradisional Jepang yang di dalamnya terdapat beberapa lipatan yang mempunyai arti religius bagi orang Jepang.

Dua lipatan di belakang menurut mitos Jepang berarti penggabungan Jepang pada zaman dulu, yaitu diselamatkannya Dewa Perang (TAKE-MIKAZUCHI-NO-KAMI) oleh Dewa Matahari (FUTSU-NUSHI-NO-KAMI). KOSHI-ITA diantara kedua lipatan menggambarkan Dewa Matahari AMATERASU-OMIKAMI. Ini sesungguhnya adalah penggambaran suatu konsep WA (keselarasan dan kerukunan). View full article »

kendo_att
Didalam Kendo modern, terdapat dua (2) jenis cara menyerang, yaitu memukul dan menusuk. Memukul hanya diperbolehkan di empat (4) titik tubuh ; diatas kepala (MEN), sisi kiri dan kanan tubuh (DO) dan bagian lengan bawah (KOTE). Sedangkan menusuk diarahkan ke arah tenggorokan (di Indonesia menusuk ke arah tenggorokan hanya dipelajari, tidak digunakan untuk pertandingan).

Berlainan dengan anggar (seni berpedang Barat) yang kedua petarungnya melihat sisi samping mereka, dalam Kendo kedua petarungnya saling berhadapan dan masing-masing mengincar ke empat titik sasaran. Karena ke empat titik ini adalah merupakan bagian yang paling sulit.

Dalam sebuah pertandingan kompetisi, pedang bambu (SHINAI) menyentuh 4 titik bagian lawan saja tidaklah cukup, nilai hanya akan diberikan apabila serangan dilakukan dengan sempurna mengenai target yang tepat dengan kontrol yang baik dan disertai teriakan atau yang lebih dikenal dengan sebutan KIAI.

Petarung yang mengumpulkan 2 point akan memenangkan pertarungan ini.

Sumber : Google.com

kendo

Kendo seni berpedang Jepang mempunyai sejarah yang kaya dan panjang. Persenjataan dan baju perang Jepang sejak dulu sudah dipengaruhi oleh persenjataan dan baju perang Cina. Pedang Jepang aslinya bukanlah berupa pedang yang melengkung seperti yang kita saksikan sekarang ini, tetapi berupa pedang lurus yang rata yang dibuat dengan konstruksi sederhana untuk menusuk dan menyerang.

Pedang Jepang yang kita kenal sekarang ini muncul sekitar tahun 940-an, yaitu berupa pedang satu mata (satu sisi) dan melengkung tipis. Bentuk pedang ini diuji coba di arena peperangan selama masa SENGOKU-JIDAI (masa perang seluruh negeri). Sampai jenis pedang yang dipegang dengan menggunakan dua tangan ini dibuat, peperangan dilakukan dengan para prajurit menunggang kuda, memakai pakaian perang yang berat dan menggenggam senjata di tangan kanannya. Kemudian sekitar tahun 1600 peperangan dilakukan dengan berjalan kaki, memakai pakaian perang yang ringan dan menggunakan pedang yang digenggam dengan kedua tangannya.

Selama abad ke-15, 16 dan 17, kira-kira 600 jenis gaya dan seni pedang telah dibuat secara terpisah dan kebanyakan dari pedang dengan gaya dan jenis itu telah dijadikan barang-barang kesenian klasik Jepang.

Karena cara lama berlatih Kendo yang menggunakan pedang besi sungguhan dan pedang kayu yang keras menyebabkan banyak sekali kecelakaan dan kematian yang tidak perlu, maka sekitar tahun 1710 sebuah pedang bambu (SHINAI) yang tidak berbahaya dibuat untuk latihan. Sekitar tahun 1740, diilhami dari baju perang Jepang, akhli-akhli pedang membuat pelindung dada, kepala dan juga sarung tangan. Seperti yang kita bayangkan, pedang latihan dari bambu yang asli dan pelindungnya masih agak kuno dan berkonstruksi sederhana. Berabad-abad kemudian, benda-benda ini dikembangkan menjadi bentuk seperti yang kita lihat sekarang.

Sumber : Google.com

Setelah menguasai teknik-teknik dasar yang sering digunakan, sekarang kita mencoba berbagai kemungkinan serangan lawan .

teknik-a

Lawan melancarkan gedan mawashi geri kekaki kiri. Tarik mundur kaki kiri dan segera melancarkan gedan mawashi geri kaki kiri kekaki kanan lawan.

teknik-c

Kakato Otoshi
Ancang-ancang kaki kiri , melingkar keatas dari arah dalam; jatuhkan tumitnya pada kepala lawan. Seperti melakukan uchi mawashi geri .

Sumber : Google.com

Rangkaian teknik yang terlihat dibawah ini adalah dasar-dasar teknik yang umum dipergunakan . Lakukan ini berulang-ulang hingga menemukan bentuk yang tepat , baik sedang menyerang dengan pukulan maupun tendangan .

Kalau sudah menguasainya dengan baik, coba mengubah serangan dengan tangan kanan dulu baru tangan kiri dan diakhiri dengan tendangan kaki kanan .
Selanjutnya , dapat bervariasi , baik pukulan maupun arah tendangan .
teknikkumite1

Bagi yang diserang, mencoba menangkis dengan mengait atau blok tangan dari luar kedalam seperti melakukan chudan soto uke . Terakhir angkat paha nya ketika diserang dengan tendangan
teknikkumite2

Mengaitkan tangan kebawah juga dapat sebagai blok tangan kebawah .

1. Setelah blok kebawah dilanjutkan dengan tendangan

2. Setelah mengait langsung menyerang dengan pukulan
teknikkumiteblok

Sumber : Google.com

Sejerah Karate

Karate
Sebuah teori mengatakan bahwa asal mula karate berasal dari ilmu bela diri Okinawa. Te atau Okinawa-Te adalah seni bela diri asli setempat yang telah mengalami perkembangan berabad-abad lamanya, dan kemudian banyak dipengaruhi oleh teknik perkelahian yang dibawa oleh para ahli seni bela diri China yang mengungsi ke Okinawa. Sekitar Abad ke5, seorang pendeta Budha yang terkenal bernama Bodhidharma (Daruma Daishi) mengembara dari India ke China untuk menyebarkan dan membetulkan agama Budha yang menyimpang selama ini di Kerajaan Liang dibawah Kaisar Wu. Setelah perselisihannya dengan Kaisar Wu karena perbedaan pandangan dalam ajaran agama Budha, Bodhidharma mengasingkan diri di biara Shaolin Tsu di pegunungan Sung di bagian selatan Loyang Ibukota Kerajaan Wei. Di situ lah dia melanjutkan pengajarannya dalam agama Budha dan menjadi cikal-bakal Sekte Zen.

Para Rahib Budha China pada waktu itu begitu lemah badannya, sehingga mereka tidak dapat menjalankan pelajaran-pelajarannya dengan baik. Setelah dia tahu hal ini, dia memberikan Buku Kekuatan Fisik kepada murid-muridnya, suatu buku petunjuk mengenai latihan fisik. Buku ini mengajarkan teknik pukulan yang dinamakan 18 Arhat, yang kemudian menjadi terkenal sebagai Shaolin Chuan. Suatu pendapat lain mengatakan, bahwa cerita di atas tadi adalah dongeng semata-mata. Bagaimanapun juga Bodhidharma adalah anak laki-laki ke-3 (tiga) dari Raja India Selatan. Dan sebagai Pangeran, dia ahli ilmu perang yang menjadi salah satu pendidikannya, hal serupa dengan Sakyamuni. Lagi pula hanya orang dengan pikiran dan badan yang kuat yang dapat mengadakan perjalanan yang demikian jauh dan banyak rintangannya.

Seorang ahli ilmu bela diri lain yang sangat terkenal yang muncul pada jaman Dinasti Sung (920-1279 M) adalah Chang Sang Feng (Thio Sam Hong). Awalnya Chang belajar ilmu bela diri pada Shaolin Tsu , kemudian mengasingkan diri di gunung Wutang (Butong). Di tempat inilah dia mengamati macam-macam gerakan binatang, seperti kera, burung bangau, dan ular. Berdasarkan pengamatannya, dia menciptakan gaya perkelahian yang khas dengan pribadinya yang disebut aliran Wutang. Kalau Shaolin Chuan hanya dipraktekkan oleh para Pendeta Budha, maka aliran Wutang ini diperuntukkan orang awam yang tidak ada ikatan dengan aliran Kuil manapun. Chang mengaja rkan supaya menerima pukulan lawan dengan gaya lemah gemulai seperti air yang mengalir dan menyerang dengan satu kepastian untuk mengakhiri perlawanan dengan sekali pukul. Ciptannya didasari dengan gagasan tentang harus adanya gerak melingkar yang luwes dan gerakan ujung yang tajam. Aliran ini selanjutnya punya dampak yang luas di dalam perkembangan seni bela diri di China. Gaya aliran Wutang ini segera tersebar merata di seluruh Wilayah China bagian utara yang pada masa kemudian akan berkembang menjadi Taichi-Chuan, Hsingi-Chuan, dan Pakua-Chuan.

Masih terdapat banyak tokoh seni bela diri yang menciptakan gaya dan aliran masing-masing. Diantaranya Chueh Yuan yang juga pernah belajar di Shaolin Tsu. Pada tahun 1151-1368 M dia berhasil menciptakan aliran baru dengan cara memperluas 18 pukulan Arhat menjadi 72 jurus. Dia berkeliling ke banyak Wilayah China dan kemudian bertemu dengan Po Yu Feng yang menciptakan pukulan Wu Chuan. Keduanya mengadakan kerjasama menciptakan satu aliran baru yang mencapai 170 macam gaya ilmu pukulan, diantaranya Lima Tinju, Tinju Naga, Tinju Harimau, Tinju Bangau, Tinju Macan Tutul, dan Tinju Ular. Di seluruh Wilayah China yang begitu luas, berbagai macam gaya dan aliran bela diri dikembangkan, yang akhirnya menyesuaikan diri deng an sifat-sifat lingkungan di mana gaya dan aliran itu berkembang dan dipraktekkan. Namun pada umumnya, berbagai aliran dan gaya yang ada dapat dibagi menjadi dua aliran yaitu aliran UTARA dan aliran SELATAN.

ALIRAN SELATAN berasal dari daerah China Selatan di bagian hilir sungai Yang Tse. Karena beriklim sedang, sumber kegiatan ekonomi yang paling utama di wilayah ini adalah pertanian khususnya beras. Rakyat setempat cenderung bertubuh gempal dan kuat karena kegiatan kerja di sawah. Disamping itu di wilayah selatan terdapat banyak sekali sungai, sehingga alat lalu lintas yang utama adalah perahu. Dengan mendayung sehari-hari menyebabkan badan bagian atas lebih berkembang. Maka dengan demikian aliran selatan ini menekankan pada gaya melentur dan penggunaan tangan dan kepala.

ALIRAN UTARA berkembang di wilayah China Utara di bagian hulu Sungai Yang Tse, dimana sifat daerahnya adalah pegunungan. Mengingat di wilayah ini banyak orang terlibat dengan perburuan binatang dan penebangan kayu sebagai sumber nafkah. Maka aliran utara ini lebih menekankan pada gerakan yang lincah dan penggunaan teknik tendangan.

Selama masa peralihan dari Dinasti Ming ke Dinasti Ching, sejumlah ahli bela diri China melarikan diri ke negara lain untuk membebaskan diri dari penindasan dan pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh orang-orang Manchu yang menguasai China. Sebagai akibatnya ilmu bela diri China dari Jaman Ming ini disebarkan ke berbagai negara lain termasuk ke Jepang, Korea, Asia Tenggara, dan juga Kepulauan Okinawa. Salah seorang diantaranya Chen Yuan Pao yang menuju ke Jepang, dimana dia selanjutnya mengajarkan gagasan dan teknik Judo. Sampai pada abad ke-15 Kepulauan Okinawa terbagi menjadi 3 (tiga) Kerajaan. Dan pada tahun 1470 Youshi Sho dari golongan Sashikianji berhasil mempersatukan semua pulau di Kepulauan Okinawa di bawah kekuasaannya. Penguasa ke-2 dari golongan Sho, yaitu Shin Sho, menyita dan melarang penggunaan senjata tajam. Kemudian Keluarga Shimazu dari Pulau Kyushu berhasil menguasai Kepulauan Okinawa, tetapi larangan terhadap pemilikan senjata tajam masih terus diberlakukan. Sebagai akibatnya, rakyat hanya dapat mengandalkan pada kekuatan dan ketrampilan fisik mereka untuk membela diri.

Pada saat yang sama, ilmu bela diri dari China mulai diperkenalkan di Okinawa melalui para pengungsi yang berdatangan dari China yang saat itu sudah dikuasai oleh bangsa Manchu (Dinasti Ching). Diantara para pengungsi itu ada sejumlah ahli seni bela diri dari China. Pengaruh ilmu bela diri dari China ini dengan cepat sekali menjalar ke seluruh Kepulauan Okinawa. Melalui ketekunan dan kekerasan latihan, rakyat Okinawa berhasil mengembangkan sejenis gaya dan teknik berkelahi yang baru yang akhirnya melampaui sumber aslinya. Aliran-aliran seni bela diri Te (aslinya Tode atau Tote) di Okinawa terbagi menurut nama daerah perkembangannya menjadi Naha-te, Shuri-te, dan Tomari-te. Naha-te mirip dengan seni bela diri China aliran selatan, khususnya dalam pola gerakan yang dilaksanakan dengan gaya yang kokoh dan sangat tepat bagi orang yang bertubuh besar. Shuri-te mirip dengan seni bela diri China aliran utara yang pola gerakannya lebih menekankan kegesitan dan keringanan tubuh. Sementara kaum Shimazu makin memperketat larangan atas pemilikan senjata tajam, latihan pola bela diri Te ini makin berkembang.

Di Jepang sendiri juga telah ada pola bela diri sejak jaman dulu. Diantaranya yang sangat terkenal sampai saat ini ialah gulat Sumo. Dahulu Sumo sifatnya sangat keras dan ganas, dimana para pesertanya diperbolehkan saling pukul dan tenda ng dan secara mental memang sudah siap mati. Baru pada abad ke-8, pukulan dan tendangan yang mematikan tidak diperbolehkan lagi. Pertandingan Sumo kemudian sudah sangat mirip dengan pertandingan Sumo pada masa sekarang ini. Tokoh seni bela diri China yang mengungsi dari penjajahan bangsa Manchu juga tersebar ke seluruh Jepang. Berbagai macam gaya dan teknik yang mereka sebarkan menyebabkan timbulnya aliran-aliran baru. Di bawah pengaruh dan bimbingan Chen Yuan Pao, aliran Jiu Jitsu atau seni beladiri aliran lunak didirikan oleh beberapa tokoh beladiri Jepang. Konsep bahwa “Kelunakan dapat mengalahkan kekerasan” dinyatakan berasal dari China, dan aliran ini mengembangkan pengaruhnya yang penting pada pola bela diri lainnya. Diantaranya yang sangat populer ial ah Judo yang didirikan oleh Jigoro Kano.

Karena keuletannya untuk meneliti, melatih, dan mengembangkan diri, Judo telah berhasil diterima merata di seluruh Jepang sebagai satu cabang olah raga modern. Pada tahun 1923, Gichin Funakoshi yang lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1869 untuk pertama kalinya memperagakan Te atau Okinawa-Te ini di Jepang. Berturut-turut kemudian pada tahun 1929 tokoh-tokoh seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa dan menyebarkan karate di Jepang. Kenwa Mabuni menamakan alirannya Shitoryu, Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshi menamakan alirannya Shotokan. Okinawa Te ini yang telah dipengaruhi oleh teknik-teknik seni bela diri dari China, sekali lagi berbaur dengan seni bela diri yang sudah ada di Jepang, sehingga mengalami perubahan-perubahan dan berkembang menjadi Karate seperti sekarang ini. Berkat upaya keras dari para tokoh ahli seni bela diri ini selama periode setelah Perang Dunia II, Karate kini telah berkembang pesat ke seluruh dun ia dan menjadi olah raga seni bela diri paling populer di seluruh dunia. Masutatsu Oyama sendiri kemudian secara resmi mendirikan aliran Karate baru yang dinamakan Kyokushin pada tahun 1956.

Sumber : Google.com

teknik judo

teknik judo


Teknik bantingan judo (nage waza) dapat dibagi menjadi teknik berdiri (tachi waza) dan teknik menjatuhkan diri (sutemi waza). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (te waza), teknik pangkal paha (koshi waza), dan teknik kaki (ashi waza). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (ma sutemi waza) dan teknik menjatuhkan diri ke samping (yoko sutemi waza)
Teknik kuncian judo (katame waza) dapat dibagi menjadi teknik menahan (osae waza atau osaekomi waza), teknik jepit (shime waza), dan teknik sambungan (kansetsu waza)

Teknik menyerang (atemi waza) dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (randori)

Teknik bantingan (teknik berdiri)

* Sapuan lutut – hiza guruma
* Jegal dari belakang – o soto gari
* Jegal dari depan – ‘ko uchi gari
* Sapuan samping – deashi barai
* Bantingan paha – uchi mata
* Bantingan pangkal paha memutar – o goshi
* Bantingan pangkal paha angkat – surikomi goshi
* Bantingan pangkal paha sapuan – harai goshi
* Lemparan bahu – seoi nage
* Menjatuhkan tubuh – tai otoshi
* Lemparan guling belakang – tomoe nage

Teknik kuncian (teknik berbaring)
Teknik kuncian (katame waza) disebut juga teknik berbaring (ne waza) karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.

* Kuncian pinggang – kesa gatame
* Kuncian bahu – kata gatame
* Kuncian empat sisi – yoko shiho gatame
* Kuncian empat sisi atas – kami shiho gatame
* Kuncian belakang – kataha jime
* Kuncian kalung – okuri eri jime
* Kuncian tangan – ude garami
* Kuncian tangan silang – ude hishigi juji gatame

Teknik terlarang
Teknik-teknik atau waza yang berbahaya tidak diijinkan penggunaannya. Total teknik terlarang berjumlah 31 (32 untuk perempuan). Judoka akan dikenai empat tingkatan sanksi, tergantung seberapa berat pelanggaran yang dilakukan. Untuk tiap-tiap jenis pelanggaran, pertandingan dihentikan sejenak dan kedua judoka kembali ke garis masing-masing.

Pelanggaran ringan (shido) adalah peringatan untuk pelanggar peraturan yang tidak seberapa berbahaya. Judoka diberi peringatan awasete chui jika melakukannya untuk kedua kalinya. Pelanggaran ini memiliki nilai berkebalikan dengan satu koka. Beberapa tindakan yang akan mendapat peringatan:

* Seorang judoka kehilangan semangat bertarung dan tidak menyerang selama lebih dari 30 detik
* Melepas ikat pinggang lawan atau ikat pinggang sendiri tanpa ijin dari juri
* Melilit tangan lawan dengan ujung ikat pinggang (atau ujung baju)
* Memelintir atau berpegang pada ujung lengan baju maupun celana lawan
* Memasukkan bagian seragam lawan manapun ke dalam mulut (menggigit seragam lawan)
* Menyentuh wajah lawan dengan bagian tangan atau kaki manapun
* Menarik rambut lawan
* Mengunci telapak tangan lawan dengan telapak tangan sendiri selama lebih dari 6 detik dalam posisi berdiri

Pelanggaran kecil (chui) adalah peringatan untuk pelanggaran yang lebih berat dari pelanggaran ringan. Pelanggaran ini memiliki efek negatif sebesar yuko Beberapa contohnya sebagai berikut:

* Memasukkan bagian kaki manapun ke seragam lawan, baik ikat pinggang maupun jaket, selama kuncian dilakukan lawan
* Mencoba mematahkan jari lawan untuk melepaskan genggaman lawan
* Menendang tangan lawan dengan kaki atau lutut untuk lepas dari cengkeraman lawan

Pelanggaran berat (keikoku) adalah pelanggaran yang dapat dikenai sanksi dan teguran keras. Judoka yang melakukan pelanggaran ini akan dikurangi nilainya sebesar setengah angka. Dua pelanggaran kecil memungkinkan dikenainya sanksi yang sama. Contoh pelanggaran-pelanggaran berat:

* Mengunci lengan lawan (kansetsu waza) di manapun selain di sikut
* Menarik lawan yang tergeletak menengadah ke atas di lantai dan kemudian membantingnya kembali
* Seorang judoka melakukan tindakan berbahaya apapun yang bertentangan dengan jiwa judo.

Pelanggaran serius (hansoku make) adalah pelanggaran yang dapat membuat seorang judoka didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran yang sangat berat sehingga membahayakan baik lawannya maupun orang lain. Empat kali peringatan (shido) juga dapat dikenai sanksi ini.

Tentang Judo

1. Dikembangkan dan dipopulerkan pertama kali ke dunia oleh Mr. Jigoro Kano pada tahun 1882
2. Jigoro Kano merupakan putra ke-3 dari pasangan Jirosaku Mareshibu Kano.
3. Diawal mula perkembangan Judo, Jigoro Kano banyak mengadopsi dan memperhalus teknik-teknik Jujitsu, terutama aliran Kito Ryu dan Tenjin Shinyo Ryu.
4. Jigoro Kano wafat pada Usia 79 tahun diatas Kapal Hikawa Moru.
5. Untuk mengenang jasa Prof. Jigoro Kano. Pada Tahun 1943 Pemerintah Jepang bersama Tokoh Judo Dunia, khususnya dari wilayah Jepang. Membangun sebuah Gedung besar dan modern yang terletak di daerah Bunkyo-Ku, Tokyo. Gedung inilah yang sampai dengan saat ini, dikenal sebagai Kodokan Judo Center yang berfungsi sebagai Pusat Studi Judo Seluruh Dunia.
6. Menjelang Perang Dunia ke II, untuk pertama kalinya Judo merambah luar negeri dalam format yang berbeda, Yakni dari Dojo ke Medan perang dengan pola latihan ala militer.
7. Pada tahun 1948 berdiri Federasi Judo Eropa yang didirikan di London. Lalu pada tahun berikutnya Federasi Jepang pun didirikan di Tokyo. Pada saat itulah hubungan Timur dan barat, terbina dalam bentuk pertandingan dengan Negara-negara Eropa.
8. Untuk pertama kalinya Judo menjadi berita besar di seluruh dunia karena dipertandingkan dalam Olimpiade tahun 1964 di Tokyo.
9. Perkembangan Judo di Indonesia berawal ketika pada tahun 1949 berdiri Sebuah perkumpulan Judo di Jakarta dengan nama ?Jigoro Kano Kwai, dibawah pimpinan seorang belanda bernama J.D Schilder.
10. Prof. Dachjan Elias merupakan Alumni Perkumpulan Jigoro Kano Kwai. Kini beliau lebih dikenal sebagai sesepuh dan dewan guru Judo di Indonesia. Dedikasi beliau terhadap perkembangan Judo di Tanah Air masih aktif hingga sekarang.
11. PJSI terbentuk pada tanggal 25 Desember 1955. Organisasi ini merupakan hasil dari Kongres Judo yang pertama kali diadakan. Pada tahun yang sama, PJSI secara resmi menjadi anggota International Judo Federation (IJF).
12. Pada awalnya, perkembangan Judo di Indonesia banyak mendapat hambatan. Mengingat terjadi perselisihan antara PJSI dengan Pemimpin perkumpulan Jigoro Kano Kwai. yang pada akhirnya, mendirikan organisasi saingan yang diberi nama Persatuan Judo Indonesia Djakarta (PJID) yang dipelopori oleh Kepolisian RI dan Mahasiswa. Sehingga mengakibatkan dualisme induk organisasi Judo pada saat itu, yaitu PJSI dan PJID yang berlangsung hingga tahun 1960.
13. Perkembangan Judo di Indonesia secara nasional dibuka dengan di ikut sertakannya cabang Judo dalam PON V di Bandung pada Tahun 1961. dan secara Internasional dimulai dengan keikutsertaan Indonesia di Cabang Judo dalam Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963.
14. Ukuran tatami minimal adalah 14×14 meter dan maksimal 16×16 meter. Daerah pertandingan 9×9 meter dan maksimal 10×10 meter. Tiap tatami berukuran 1×2 meter, sehingga jumlah tatami yang dibutuhkan oleh suatu dojo sekurang-kurangnya adalah sebanyk 128 lembar; 18 lembar diantaranya berwarna merah, sebagai pembatas daerah pertandingan.
15. Pada Awal tahun 2000, International Judo Federation mengeluarkan larangan keras bagi seluruh Pejudo di Seluruh Dunia, mengenai larangan turut sertanya pejudo dalam event MMA. hal ini terkait dari banyaknya protes dari orang tua dan lembaga olimpiade dunia terhadap turut sertanya beberapa atlet judo dalam turnament ini. hasilnya, beberapa pejudo Jepang dan pejudo dari belahan negara eropa mengundurkan diri dari Keanggotaannya. bahkan di Jepang sendiri, sempat heboh karena Naoya Ogawa (pejudo Peraih Medali emas Olimpiade) turut menggundurkan diri. seperti yang telah diketahui, akhirnya Naoya Ogawa dan Yoshida berhasil membungkam dominasi Gracie dalam UFC (rekaman tidak ditayangkan atas permintaan Kodokan Judo Institute untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan dari Kubu Judo itu sendiri, namun pada akhirnya dapat disaksikan melalui YOUTUBE).
16. Judo merupakan salah satu cabang olahraga di Olympiade, yang dimana menjadi favorit para penonton. Hal ini dapat dibuktikan dengan selalu terjual habisnya tiket pertandingan saat Olympiade diselenggarakan. Perlu diketahui bahwa terdapat 202 anggota International Olympic Committee (IOC), dan 187 negara anggota diantaranya adalah anggota International Judo Federation. (IJF).
17. Pertandingan dengan mengunakan system pengunaan pita merah dan putih pertama kali dikenalkan oleh Mr. Jigoro Kano pada tahun 1882 dan berlanjut hingga menjelang tahun 2000. ketika federasi Judo Eropa memperkenalkan system pertandingan Dual Judogi (White and Blue Ichiban Rules). Saat ini Judo dikenal sebagai salah satu cabang olahraga terlama yang dipertandingan di Olimpiade modern.
18. Pada dasarnya, Judo memiliki tingkat solidaritas keanggotaan internasional tertinggi dengan memiliki 70 negara anggota sebagai awalnya. Hingga saat ini terdapat hampir 187 negara yang tercatat sebagai anggota IJF, dimana hampir dari 100 negara selalu berpatisipasi dalam penyelenggaraan Kejuaraan Dunia.
19. Perkembangan Judo dewasa ini, dapat di lihat jumlah negara yang pernah berhasil meraih prestasi didalam penyelenggaraan Olympiade dan Kejuaraan Dunia, dimana atlet hampir dari 45 negara berbeda telah meraih prestasi dalam event tersebut.
20. Anggota Senat terkemuka asal Amerika Serikat, Ben Nighthorse Cambell merupakan ketua team Olympiade pada tahun 1964. ia berhasil merebut medali perunggu pada saat itu
21. Artis Hillary Wolf (Alone I dan II ) merupakan atlet olympiade untuk Team Amerika Serikat, dan Aktor James Cagney merupakan salah satu instuktur Judo di salah satu sudut kota Los Angeles.
22. Selama mengurus administrasi Kenegaraan, President Theodore Roosevelt tetap berlatih Judo melalui salah satu keturunan Mr. Jigoro Kano. Dan sebagai wujud kecintaan dan sumbangsihnya terhadap perkembangan judo, ia lalu mendirikan sebuah Dojo kecil di Gedung Putih.
23. Ulysses S. Grant merupakan president Amerika pertama yang melakukan Observasi dan demonstrasi terhadap seni beladiri Judo dan Ju Jitsu bersama Mr. Jigoro Kano langsung.
24. President Rusia Vladimir Putin, merupakan pemegang sabuk hitam tertinggi di Rusia. Ia mengatakan bahwa ia sangat mengemari teknik Tsuri Komi Ashi dan Tai Otoshi
25. Olahraga beladiri pertama yang dipertandingkan di Olimpiade disusul kemudian oleh cabang Taekwondo. Perlu diketahui bahwa cabang gulat tidak termasuk sebagai cabang olahraga beladiri mengingat gulat merupakan cikal bakalnya olahraga full body contact Olimpiade sejak jaman Romawi kuno.
26. Satu-satunya beladiri Prestasi asal Jepang yang tidak mempergunakan pukulan ataupun tendangan di dalam pertandingannya (skala nasional dan internasional).
27. Judo merupakan aliran beladiri penyempurna beladiri pendahulunya yaitu Ju Jitsu.
28. Jhonie Too, seorang pejudo sekaligus dikenal sebagai sutradara ternama asal Hongkong, membuat gebrakan baru dalam pengembangan olahraga judo. Dari dojo ke medan Film. Hasilnya dapat dilihat dalam film layar lebar THROW DOWN dengan bintang Aaron Kwok dan Tony Leung serta FLASH POINT yang dibintangi oleh Donnie Yen. (film Flash Point sempat di putar di Tanah Air pada pertangahan tahun 2007).
29. Memiliki 2 warna judogi resmi yang dipergunakan di dalam pertandingkan ( White & Blue Ichiban gi ). Bahkan Gi berwarna diadopsi oleh berbagai tokoh Video Games dewasa ini
30. Digunakan sebagai Kurikulum sekolah sebagai pelajaran wajib dan dipelajari sebagai beladiri dasar militer hampir di 30 negara termasuk Jepang, USA, Prancis, Brazil, Cuba, Indonesia dan lain-lain.
31. Merupakan Beladiri favorit Pilihan kaum WANITA dan PRIA versi majalah Black Belt (USA) edisi tahun 1997 s/d 2007.
32. Merupakan Pelopor penggunaan sabuk berwarna (Obi) sebagai tingkatan dalam beladiri, yang diciptakan oleh Mr. Jigoro Kano.
33. Judo dan Ju Jitsu merupakan Pelopor diadakannya suatu turnamen Tarung bebas yang diadakan di Amerika yaitu UFC (Ultimate Figthing Championship), Vale Tudo (Brazil) dan Pride Figthing Championship yang dikenal di Jepang.
34. Mr. Jigoro Kano merupakan pencipta Ukemi (cara jatuh) terhalus tanpa perlu cidera sebagaimana dipelajari didalam Ju Jitsu (dahulu), sehingga diadopsi oleh beberapa beladiri sejenis seperti Aikido, Brazilian Ji jutsu, Hapkido bahkan oleh Ju Jitsu itu sendiri.
35. di Indonesia, judo merupakan satu-satunya cabang olahraga beladiri yang berhasil mendapatkan medali di event Olimpiade Mahasiswa sedunia “UNIVERSIADE”
36. Pada Tahun 1998 di Kodokan Judo diadakan suatu event pertandingan antara Judo dan Jujitsu yang diikuti oleh 10 anggota dari masing-masing cabang dengan hasil akhir judo 8 kali menang dan 2 kali seri.
37. banyak yang tidak mengetahui bahwa Heiho Gracie (Pendiri Brazillian Ji Jutsu) dan Katsuyuki Kondo (Pewaris Daito ryu Aiki Jujutsu) merupakan pejudo yang berlatih langsung dari generasi keturunan Mr. Jigoro Kano dan masih terdaftar sebagai penerus perkembangan beladiri Judo di Kodokan Judo.
38. Pelopor dan Pendiri Daito-Ryu Aiki JuJutsu, yakni Sokaku Takeda. merupakan salah satu murid utama dari Mr. Jigoro Kano yang dimana pada akhirnya menjadi guru Morihei Ueshiba yang merupakan Pendiri AIKIDO.
39. Aikido diakui oleh Morihei Ueshiba sebagai Judo Tanpa Pertandingan (adopsi langsung)
40. Teknik judo bersifat Universal dan tidak memiliki aliran sehingga dimana pun seorang pejudo berlatih maka teknik yang akan diberikan adalah Sama, yang membedakan mungkin hanya aplikasi teknik yang dapat dipergunakan dalam Pertandingan.
41. Judo tidak mempelajari secara rinci bagaimana cara memukul ataupun menendang (meskipun tercantum didalam teknik judo yaitu Judo Goshin Jutsu sub. Atemi Waza) karena dianggap kurang efektif bagi kaum WANITA dan anak dibawah umur untuk melumpuhkan lawan yang lebih kuat tenaganya, terlebih pukulan dan tendangan telah terfokus pada beladiri lain seperti Karate dan Tae kwon do sehingga ciri khas dari masing-masing beladiri tersebut tetap terjaga kemurniannya.
42. Pencipta Komik ?Kotaro Karate? adalah karateka penyandang Dan V1 Karate Shotokan yang mengakui keunggulan judo pada saat ia cidera parah setelah bertarung dengan Naoya Ogawa (pejudo Dan V Kodokan / juara PRIDE) sehingga ia menerbitkan pula komik berjudul ?Kotaro Edisi Judo? setelah ia berlatih dan menjadi seorang pejudo (2 komik tersebut beredar di Indonesia. Dan Komik Kotaro edisi Ninja diterbitkan ketika ia mempelajari Ninjutsu belum lama ini).
43. Seseorang yang berlatih judo mau tidak mau harus menggunakan matras sebagai pengaman, mengingat bahayanya teknik bantingan, kuncian bahkan patahan Sendi yang diberikan oleh seorang pelatih.
44. Judogi (baju judo) asli merupakan satu-satunya pakaian beladiri yang memiliki berat ± 2 Kg (tanpa perlengkapan lain), terbuat dari serat jerami pilihan dan dijual dipasaran Indonesia sekitar ± Rp. 2 Juta/pasang (termasuk ongkos kirim).
45. Teknik bantingan judo sangat beda dengan Aikido ataupun Ju Jitsu, karena di dalam suatu pertandingan judo, bantingan judo dapat dilakukan dengan berbagai teknik jatuhan berbahaya (jatuh dengan kepala lawan terlebih dahulu diperkenankan), dan dapat diteruskan dengan teknik kuncian ataupun patahan sendi. lain halnya dengan Aikido yang menitikberatkan jatuhan lawan ke arah samping.
46. Judo sering diidentikkan dengan beladiri keras yang berfokus pada fisik, sebenarnya ungkapan tsb salah besar, karena pada dasarnya judo menggunakan keseimbangan dan tenaga lawan, namun ada kalanya dalam suatu pertandingan, seorang pejudo membutuhkan stamina yang cukup baik sehingga berlatih dengan sangat berat mengingat judo adalah cabang olahraga TANPA JARAK, lain halnya dengan karate dan taekwondo yang meskipun dipertandingkan, namun bisa menjaga jarak sebelum melakukan serangan. (teorinya, setiap jenis olahraga yang dipertandingan, secara tidak lansung membutuhkan banyak tenaga dan stamina).
47. Padepokan Judo Indonesia yang terletak di Lembah Pinus Ciloto Jawa Barat merupakan padepokan hasil dari sumbangan para pecinta dan penggemar olahraga beladiri judo Khususnya Bpk A.R Soehoed dan Bpk. Wismoyo Arismunandar, yang digunakan sebagai tempat pemusatan latihan para pejudo Indonesia yang akan berlaga di pentas Nasional dan Internasional untuk mengharumkan nama bangsa.
48. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika serikat Theodore Roosevelt merupakan Juara Judo pada masa mudanya. Bahkan Vladimir Putin mendirikan organisasi “Vladmir Judo Federation of Rusia” (untuk kalangan tertentu) dan menyandang Dan V Kodokan.
49. Berdasarkan riset American College Of Sport Medicine, judo merupakan beladiri Full Body Contact Paling aman untuk anak dibawah umur 13 Tahun dan berdasarkan data International Judo Federation (IJF), Judo Merupakan Beladiri yang paling banyak diminati dan dipelajari di seluruh Dunia.

Sumber : Google.com

judo
Judo (bahasa Jepang: 柔道 ) adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro (嘉納治五郎) pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.

Sebelum Judo

Pegulat sumo zaman dahulu kala menjatuhkan lawannya tanpa senjata. Hal ini menginspirasikan teknik-teknik bela diri jujutsu. Sumo pada awalnya hanya dinikmati kaum aristokrat sebagai ritual atau upacara keagamaan pada zaman Heian (abad ke-8 hingga abad ke-12).

Pada perkembangannya, Jepang memasuki masa-masa perang di mana kaum aristokrat digeser kedudukannya oleh kaum militer. Demikian pula olahraga yang sebelumnya hanya dijadikan hiburan, oleh kaum militer dijadikan untuk latihan para tentara. Pada masa inilah teknik jujutsu dikembangkan di medan pertempuran. Para prajurit bertempur tanpa senjata atau dengan senjata pendek. Teknik menjatuhkan lawan atau melumpuhkan lawan inilah yang dikenal dengan nama jujutsu.

Pada zaman Edo (abad ke-17 hingga abad ke-19) di mana keadaan Jepang relatif aman, jujutsu dikembangkan menjadi seni bela diri untuk melatih tubuh bagi masyarakat kelas ksatria. Gaya-gaya jujutsu yang berbeda-beda mulai muncul, antara lain Takenouchi, Susumihozan, Araki, Sekiguchi, Kito, dan Tenjinshin’yo.

Awal mula Judo

Jigoro Kano menambahkan gayanya sendiri pada banyak cabang jujutsu yang ia pelajari pada masa itu (termasuk Tenjinshiyo dan Kito). Pada tahun 1882 ia mendirikan sebuah dojo di Tokyo yang ia sebut Kodokan Judo. Dojo pertama ini didirikan di kuil Eisho ji, dengan jumlah murid sembilan orang.

Tujuan utama jujutsu adalah penguasaan teknik menyerang dan bertahan. Kano mengadaptasi tujuan ini, tapi lebih mengutamakan sistem pengajaran dan pembelajaran. Ia mengembangkan tiga target spesifik untuk judo: latihan fisik, pengembangan mental / roh, dan kompetisi di pertandingan-pertandingan.

Perbedaan Judo dan Jujutsu

Terjemahan harafiah dari kata ‘judo’ adalah ‘cara yang halus’. ‘Cara’ atau ‘jalan’ yang dimaksud disini memiliki arti konotasi secara etika dan filosofis. Kano mengungkapkan konsep filosofinya dengan dua frase, “Seiryoku Zen’yo” (penggunaan energi secara efisien) dan “Jita Kyoei” (keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain). Meskipun disebut halus, namun sebenarnya judo merupakan kombinasi dari teknik-teknik keras dan lembut, maka dari itu judo dapat pula diartikan sebagai ‘cara yang lentur’.

Jujutsu, pada sisi yang lain, memiliki terjemahan harafiah ‘kemampuan yang halus’. Latihan jujutsu dipusatkan pada cara-cara ([[kata (bela diri)|Kata]]) tertentu dan formal, sedangkan judo menekankan pada latihan bebas teknik tertentu dalam perkelahian bebas (randori). Hal ini membuat pelatihan judo berjalan lebih dinamis.

Para kontestan jujutsu menggunakan seragam yang relatif berat (hakama). Para praktisi awal judo menggunakan semacam celana pendek, namun tidak lama kemudian mereka lebih memilih menggunakan busana Barat yang dinilai lebih memiliki keunggulan fungsi dan mengijinkan pergerakan yang lebih bebas. Seragam modern judo (judogi) dikembangkan pada tahun 1907.

Teknik-teknik jujutsu, selain teknik dasar seperti melempar dan menahan, menggunakan pukulan, tendangan, bahkan menggunakan senjata pendek. Pada sisi lain, judo menghindari tendangan dan pukulan-pukulan yang berbahaya, dan lebih dipusatkan pada teknik membanting yang terorganisir dan teknik bertahan.

Penggunaan akhiran -do dan -jutsu

Banyak cabang beladiri Jepang yang mempunyai awalan yang sama namun memiliki dua akhiran ‘-do’ dan ‘-jutsu’. Bujutsu dan budo serta Kenjutsu dan kendo adalah beberapa contohnya. Perbedaan dasar dari kedua akhiran ini adalah ‘-do’ berarti ‘jalan’ dan ‘-jutsu’ yang artinya ‘jurus’ atau ‘ilmu’. Selain itu dalam bela diri berakhiran ‘-do’ biasanya lebih banyak peraturan yang tidak memungkinkan seseorang untuk terluka akibat serangan yang fatal, namun tidak demikian halnya dengan bela diri yang berakhiran dengan kata ‘-jutsu’, misalnya di dalam kendo, hanya bagian tangan, perut, kaki, dan bagian bawah dagu yang boleh diserang, sedangkan kenjutsu membolehkan serangan ke semua bagian tubuh.

Secara umum, budo (‘bu-‘ artinya prajurit) adalah pengembangan dari bujutsu yang telah disesuaikan dengan zaman sekarang (untuk olahraga, bukan berkelahi). Beberapa contoh bujutsu yang dikembangkan menjadi budo:

* Jujutsu -> Judo
* Kenjutsu -> Kendo
* Aiki-Jujutsu -> Aikido
* Kempo jutsu -> Kempo Do
* Karate jutsu -> Karate Do
* Battoujutsu/Iaijutsu -> Battoudo/Iaido

Sumber dari : Wikipedia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.